Chord & Lirik Lagu 'YA Sudahlah' by Bondan Prakoso ft. Fade 2 Black


A                E
ketika mimpimu yang begitu indah

Bm            F#m
tak pernah terwujud ya sudahlah

A                E
saat kau berlari mengejar anganmu

Bm           F#m E
dan tak pernah sampai ya sudahlah


[chorus]

A              E
apapun yang terjadi

Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu

A                E
janganlah kau bersedih

Bm              F#m E
cause everything's gonna be okay


A
satu dari sekian kemungkinan

E
kau jatuh tanpa ada harapan

Bm
saat itu raga kupersembahkan

F#m
bersama jiwa cita-cita dan harapan


A
kita sambung satu persatu sebab akibat

E
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat

Bm
menuntun ke arah mata angin bahagia

F#m
kau dan aku tahu jalan selalu ada


A
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang

E
bagai deras ombak yang menabrak karang

Bm
namun ku tahu ku tahu kau mampu tuk tetap tenang

F#m            E
hadapi bersamaku hingga akhir datang


A               E
saat kau berharap keramahan cinta

Bm          F#m
tak pernah kau dapat ya sudahlah yeah

A                     E
dengar ku bernyanyi lalalalala heyeyeyeyeyayaya

Bm      F#m        E
dedum dedudedadedudidam semua ini belum beakhir


[chorus]

A              E
apapun yang terjadi

Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu

A                E
janganlah kau bersedih

Bm              F#m E
cause everythings gonna be okay


D
satu kan langkah langkah yang beriring

E
genggam hati rangkul emosi

F#m               C#m
genggamlah hatiku satukan langkah kita

D
sama rasa tanpa pamrih

E
ini cinta across the sea

F#m            C#m
peluklah diriku terbang bersamaku

D             E
melayang jauhh.. woo..woo.. yeeahhh.. (come fly with me, baby)


A
ini aku dari ujung rambut menyusur jemari

E
sosok ini yg menerima kelemahan hati

Bm
yea..aku cinta kau.. ini cinta kita

F#m
cukup satu waktu yes untuk satu cinta


A
satu cinta ini akan tuntun jalanku

E
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku

Bm
rebahkan rasamu untuk yg ditunggu

F#m     E
bahagia hingga ujung waktu


[chorus]

A              E
apapun yang terjadi

Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu

A                E
janganlah kau bersedih

Bm              F#m E
cause everythings gonna be okay


A              E
apapun yang terjadi

Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu

A                E
janganlah kau bersedih

Bm              F#m E
cause everythings gonna be okay


A              E
apapun yang terjadi

Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu

A                E
janganlah kau bersedih

Bm              F#m E A
cause everythings gonna be okay

Biografi 'Cristiano Ronaldo'

Terlahir dengan nama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro, lahir pada tanggal 5 Februari 1985 di Funchal, Madeira adalah seorang pemain sepakbola berkebangsaan Portugal. Anak dari Maria Dolores dos Santos Aveiro dan José Dinis Aveiro ini memiliki kakak laki-laki bernama Hugo, dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana Cátia. Liliana Bekerja sebagai penyanyi dengan nama panggung “Ronalda” di Portugal. Nama kedua yang diberikan kepada Cristiano (”Ronaldo”) relatif langka di Portugal. Saat ini ia bemain di klub Real Madrid di posisi sayap kiri atau sekarang juga sering di tempatkan pellegrini sebagai penyerang mendampingi  Gonzalo "Pipita" Higuain.


Cristiano sejak kecil merupakan kesayangan keluarganya, dia selalu mendapat dukungan dari keluarganya dalam segala hal. Dia dikenal anak yang selalu ingin menang. Di sekolahnya dia menggemari sepak bola, dia selalu punya akal agar dapat bermain bola. Jika dia tidak menemukan bola, maka ia akan membuat bola dari gulungan kaos kaki teman-temannya.


Nominal gajinya di klub profesional pertamanya, Sporting Lisbon tidak ada apa – apanya sebelum pindah ke Inggris. Kini ia mampu menghasilkan 100 kali lipat gaji di Sporting Lisbon dalam satu pekan karena gajinya di Old Trafford mencapai 40 ribu euro (Rp 470 juta).

Ia memulai karir internasionalnya dengan membela tim nasional Portugal sejak tahun 2003. Cristiano Ronaldo mulai bermain sepakbola pada saat usianya tiga tahun. Tim favoritnya ketika masih muda adalah SL Benfica. Ia bermain untuk pertama kalinya dengan tim amatir, Andorinha, ketika usianya 8 tahun. Tahun 1995, reputasi Cristiano Ronaldo sudah berkembang di Portugal.

Dua tim sepakbola terkenal, CS Marítimo dan CD Nacional tertarik dengan Cristiano Ronaldo. Marítimo, tim terbesar tertinggal mengadakan rapat dengan manajer Andorinha, hasilnya Ronaldo masuk ke CD Nacional. Setelah mendapatkan juara di Nacional, Ronaldo pindah ke Sporting CP.

Dua tim sepakbola terkenal, CS Marítimo dan CD Nacional tertarik dengan Cristiano Ronaldo. Marítimo, tim terbesar tertinggal mengadakan rapat dengan manajer Andorinha, hasilnya Ronaldo masuk ke CD Nacional. Setelah mendapatkan juara di Nacional, Ronaldo pindah ke Sporting CP.

Ronaldo memulai debut pertamanya bersama Sporting saat melawan Moreirense dan menghasilkan skor dua gol. Ia juga menjadi fitur Portugal dalam kejuaraan UEFA Under 17.

Penampilannya di kejuaraan UEFA Under 17 membawa perhatian sepakbola dunia. Yang pertama kali melihat penampilan Ronaldo adalah manajer Liverpool F.C, Gérard Houllier. Tetapi Liverpool menolaknya karena Ronaldo masih terlalu muda dan memerlukan waktu untuk berkembang menjadi pemain sepakbola yang terkenal.

Pada tahun 2003, Ronaldo mendapat perhatian dari Sir Alex Ferguson, ketika Sporting mengalahkan Manchester United dengan skor 3-1 di inagurasi Alvalade XXI di stadium Lisbon.

Ferguson memutuskan menginginkan pemain muda untuk timnya, Ronaldo menandatangani kontrak dengan harga £12.24 juta. Debut pertamanya dengan Manchester United (MU) adalah pada saat melawan Bolton Wanderers di menit ke-60 di stadium Old Trafford dengan kemenangan MU 4-0.

Ronaldo yang awalnya memilih nomor punggung 28 di Manchester United tetapi diberi nomor 7 oleh Sir Alex Ferguson itu menjalani debutnya bagi Setan Merah di Premiership ketika menang 4-0 atas Bolton dan mencetak gol perdananya di Inggris ketika mengalahkan Portsmouth 3-0 pada 1 November 2003.

Ronaldo mencetak gol keseribu Premiership pada 29 Oktober 2005 saat kalah 1-4 dari Middlesbrough dan di tahun yang sama Ronaldo meraih gelar Pemain Muda Terbaik tahun 2005.

Pada bulan November dan Desember 2006, Ronaldo berturut-turut menerima penghargaan sebagai pemain terbaik Premiership yang menjadikannya pemain ketiga yang meraih rekor tersebut setelah Dennis Bergkamp tahun 1997 dan Robbie Fowler tahun 1996.

Ronaldo mencetak gol ke 50 bagi Manchester United pada 5 Mei 2007 saat menghadapi rival satu kota mereka, Manchester City. Pada tahun yang sama, Setan Merah meraih gelar juara Premiership pertama mereka dalam empat tahun terakhir dan Ronaldo kembali memenangkan gelar Pemain Muda Terbaik.

Rumor ketertarikan raksasa Spanyol, Real Madrid, pada Ronaldo pertama kali muncul pada akhir musim 2006-2007 dengan tawaran awal senilai 80 juta euro. Namun tawaran itu dimentahkan United dengan perpanjangan kontrak Ronaldo selama lima tahun degnan gaji senilai 120 ribu pounds per pekan.

Tahun 2007 menjadi awal Ronaldo mengukuhkan dirinya sebagai pemain terbaik di Inggris, Eropa, dan dunia dengan meraih beragam gelar, mulai Pemain Terbaik Premiership, Pemain Muda Terbaik, Pemain Terbaik Pilihan versi Pemain Profesional Inggris.

Pada tahun 2007, Ronaldo menjadi runnerup peraih Ballon d'Or (Pemain Terbaik Eropa) di bawah pemain AC Milan yang kelak menjadi rekan satu timnya di Real Madrid, Kaka. Ronaldo juga meraih penghargaan di tempat ketiga sebagai Pemain Terbaik FIFA setelah Kaka dan Lionel Messi.

Ronaldo mencetak hattrick pertamanya bagi Manchester United pada 12 Januari 2008 saat Setan Merah menggulung Newcastle United dengan skor 6-0.

Untuk pertama kalinya dalam karir bersama Manchester United, Ronaldo menjabat sebagai kapten pada 19 Maret 2008 saat mencetak dua gol kemenangan United atas Bolton. Gol keduanya merupakan gol ke 33 Ronaldo di semua kompetisi musim itu yang membuat Ronaldo melampaui rekor George Best dalam 40 tahun dengan total 32 gol musim 1967-1968. Produktivitas tinggi Ronaldo membuatnya meraih Sepatu Emas Eropa tahun 2008, unggul delapan gol dari striker Mallorca, Dani Guiza.

Total, Ronaldo mencetak 42 gol di semua kompetisi musim 2007-08 dan hanya terpaut empat gol dengan rekor Denis Law yang mencetak 46 gol musim 1963-64.

Gelar individual Ronaldo musim 2007-08 makin sempurna dengan prestasi Manchester United menjuarai Liga Champions dengan mengalahkan Chelsea pada final di Moscow. Ronaldo mencetak satu gol United ke gawang Petr Cech pada waktu normal sebelum Chelsea menyamakan kedudukan menjadi 1-1 hingga pertandingan berakhir dan United memastikan gelar juara melalui adu penalti.

Memasuki musim 2008, performa Ronaldo sedikit menurut karena selain didera cedera, rumor kepindahannya ke Real Madrid terus menggelinding bagai bola salju. Saling klaim dan serang di media antara Real Madrid dan Manchester United menjadi headline setiap media Inggris hampir sepanjang hari awal musim 2008-2009.

Pasca pulih dari cedera, Ronaldo masih menunjukkan ketajamannya untuk United, salah satunya dengan mencetak golnya yang ke 100 dan 101 saat menang 5-0 atas tim promosi, Stoke City. Ronaldo tercatat telah mencetak gol ke 19 kontestan Liga Inggris.

Pada 2 Desember 2008, Ronaldo menerima penghargaan Pemain Terbaik Eropa (Ballon d'Or) sebagai pemain pertama Manchester United yang menerimanya setelah George Best tahun 1968.

Ronaldo sempat mengalami kecelakaan ketika mengendarai mobilnya, Ferrari 599 GTB Fiorano, di sebuah terowongan dekat bandara Manchester, namun Ronaldo selamat dari kecelakaan tersebut dan hanya mengalami cedera ringan. Empat hari setelah kecelakaan tersebut, Ronaldo menjadi pemain pertama dalam sejarah Manchester United yang menjadi Pemain Terbaik Dunia versi FIFA dan menjadi pemain Portugal kedua setelah Luis Figo tahun 2001.

Pada second leg perempat final menghadapo Porto, Ronaldo mencetak gol dari jarak 40 meter yang disebut Ronaldo sebagai gol terbaik yang pernah dicetak sepanjang karirnya.

Di final Liga Champions 2008/09 menghadapi Barcelona di Olimpico, Roma, Ronaldo tampil under perform dan kalah 0-2. Pada bulan Juni 2009, Manchester United menerima tawaran sebesar 80 juta pounds dari Real Madrid setelah Ronaldo menyatakan keinginannya untuk meninggalkan klub.

Ketika meninggalkan United, Ronaldo berterima kasih kepada Sir Alex Ferguson dengan mengatakan, "Dia adalah ayahku di olah raga, salah satu faktor penting dan sangat berpengaruh dalam karirku,"

Pada 26 Juni 2009, Real Madrid resmi mengumumkan transfer Ronaldo dan diperkenalkan kepada publik di Santiago Barnebeu pada 6 Juli 2009 dengan kostum bernomor punggung 9 yang sebelumnya dikenakan pemain asal Argentina, Javier Saviola. Acara perkenalan Ronaldo dihadiri legenda hidup Madrid, Alfredo di Stefano, dan disambut oleh 80 ribu pendukung Los Merengues di Santiago Barnebu, melebihi rekor Diego Maradona di Napoli yang dihadidi 75 ribu pada tahun 1984.

Ronaldo mencetak gol pertama untuk Real Madrid di La Liga saat melakukan debut menghadapi Deportivo La Coruna dan mencetak dua gol bagi Real Madrid pada matchday pertama Liga Champions menghadapi FC Zurich.

Di tim nasional Portugal, Ronaldo melakukan debut saat menang 1-0 atas Kazakhstan, 20 Agustus 2003. Ronaldo tampil di Piala Eropa 2004 dengan mencetak dua gol di babak penyisihan grup dan semi final. Meski gagal membawa Portugal menjadi juara karena dikalahkan Yunani di final, Ronaldo tetap terpilih sebagai tim terbaik turnamen. Ronaldo juga tampil bersama Portugal di Olimpiade 2004.

Pada kualifikasi Piala Dunia 2006, Ronaldo merupakan pencetak gol terbanyak kedua dengan tujuh gol meski pada putaran final di Jerman Ronaldo hanya mencetak satu gol menghadapi Iran di titik penalti.

Ketika mengahadapi Inggris di perempat final, Ronaldo terlibat insiden dengan pemain Inggris yang merupakan rekan satu timnya di Manchester United, Wayne Rooney, dengan memprovokasi wasit Horacio Elizondo untuk memberi kartu merah kepada Rooney. Dari tayangan ulang, Ronaldo terlihat mengedipkan mata pada Rooney meski wasit mengklarifikasi bahwa kartu merah murni karena pelanggaran Rooney dan bukan karena intimidasi Ronaldo.

Insiden tersebut memancing kemarahan media Inggris dan membuat spekulasi kepindahan Cristiano Ronaldo ke Real Madrid. Dalam sebuah wawancara dengan harian ternama Spanyol, Marca, Ronaldo mengaku telah meminta kepada Manchester United untuk melepasnya ke Real Madrid.

Sehari setelah ulang tahunnya ke 22, Ronaldo untuk pertama kalinya Ronaldo menjabat sebagai kapten timnas Portugal pada pertandingan uji coba menghadapi Brazil, 6 Pebruari 2007. Sejak timnas Portugal dilatih oleh Carlos Queiroz pasca Piala Eropa 2008, Ronaldo selalu menjadi pilihan pertama sebagai kapten Seleccao das Quinas.

Pada kualifikasi Piala Eropa 2008, Ronaldo mencetak delapan gol yang membuatnya menjadi runner up pencetak gol terbanyak di bawah striker Polandia, Ebi Smolarek. Ketajaman Ronaldo di kualifikasi tidak berlanjut di putaran final ketika Portugal tersingkir di perempat final oleh Jerman.

Cedera saat memperkuat Real Madrid membuat Ronaldo absen memperkuat Portugal pada dua laga krusial playoff Piala Dunia Zona Eropa menghadapi Bosnia-Herzegovina. Namun meski tidak diperkuat Ronaldo, Portugal tetap memastikan diri lolos ke Afrika Selatan dengan skor agregat 2-0. Aksi-aksi Ronaldo pun kini ditunggu di Piala Dunia 2010.

Debut karir internasionalnya yaitu pada bulan Agustus 2003 saat Portugal melawan Kazakhstan. Di pembukaan Euro 2004, Portugal kalah dari Yunani dengan hasil 2-1. Pada saat semifinal melawan Belanda, Ronaldo menciptakan gol pertamanya dengan hasil akhir 2-1 kemenangan bagi Portugal.


Dari itu saja level kehidupan Ronaldo sudah meningkat dratis, padahal secara karir ia baru lahir ke dunia sepakbola selama tiga setengah tahun. Kalau tidak digaet MU pada musim panas 2003, mungkin saja nasib pria setinggi 184 cm ini tidak seperti sekarang.

Ronaldo muda adalah seorang pelari yang sangat cepat, pemilik kaki nan gesit, yang mampu mengaduk-aduk bola sampai bikin pusing lawan-lawannya. Tapi Ronaldo muda juga begitu narcis, serakah, dan egois. Kalau sudah keasyikan, ia suka lupa pada rekan-rekan setimnya.

Namun Ronaldo juga bisa belajar, baik dari bertambahnya usia, pengalaman, dan didikan Fergie. Ronaldo yang sekarang adalah Ronaldo yang sudah lebih tahu bagaimana bermain untuk tim. Yang tidak berbeda adalah Ronaldo yang sekarang tetaplah pelari yang sangat cepat, pemilik kaki nan gesit, empunya gocekan-gocekan hebat.

Suksesnya di dalam stadion juga telah merambah ke luar lapangan. Dengan wajah ganteng dan bodi yang seksi, lelaki bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro itu mulai digila-gilai orang di seluruh dunia,  lebih-lebih kaum hawa. Karena sudah jadi milik publik, kerap mengikuti acara-acara publik, dan sering dipublikasikan media, maka status selebritis sudah disandang Ronaldo.

Teman-teman dan ruang lingkup pergaulannya pun makin dekat dengan dunia entertainment. Gosip kedekatan Ronaldo dengan beberapa aktris terus jadi santapan empuk tabloid-tabloid kuning. Ia pernah menjalin hubungan khusus dengan presenter TV Spanyol Merche Romero, lalu model bernama Jordana Jardel. Belakangan ia sedang diisukan dekat dengan bintang TV Inggris Gemma Atkinson, serta “mengincar” artis-artis “bening” lain seperti Roxanne McKee, Bryony Seth, Georgina Walkter, dan Ali Bastian.

Begitulah. Kehidupan Ronaldo — namanya diambil dari eks Presiden AS Ronald Reagen, karena sang ayah mengidolakannya sebagai aktor, bukan politisi — terus bergulir seiring dengan waktu, yang akan membawanya entah ke mana suatu hari nanti. Mungkin di akhir musim ia menjadi seperti yang diprediksikan legenda MU Bryan Robson sewaktu bertandang ke Jakarta belum lama ini, bahwa ia berpeluang meraih predikat Player of the Year. Atau lebih hebat lagi seperti ramalan Alex Ferguson, bahwa Ronaldo bisa menjadi pemain terbaik dunia.

Berikut data lengkap 'Cristiano Ronaldo' :
Nama : Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro
Nickname : Ronnie, CR, Rocket Ronaldo, CR7/CR9, C. Ronaldo
Lahir : Funchal, Portugal 5 Februari 1985
Tinggi : 1.84 m (6 ft 0 in)
Posisi : Sayap Kiri/Kanan, Foward
Nomor Punggung : 9

Karir :
* Klub Andorinha
* Klub CD Nacional (1995)
* Klub Sporting CP, 25 games, 3 gol (1999 – 2003)
* Manchester United, 292 games, 118 gol (2003 – 2009)
* Real Madrid, 35 games, 33 gol(2009-sekarang)
* Tim Nasional Portugal, 61 games, 21 gol (2003 – sekarang)


Penghargaan :
* Piala FA, Manchester United (2004)
* Liga Premier FA, Manchester United (2006 – 2007)
* Piala Liga Sepakbola, Manchester United (2006)
* Community Shield, Manchester United (2007)
* Pemain Terbaik PFA 2007
* Pemain Muda Terbaik PFA 2007
* Pemain Favorit Terbaik PFA 2007
* Tim Terbaik PFA Premiership (2005-2006,2006-2007)
* Penghargaan dari Asosiasi Football Writers’ (2007)
* Barclays Player of the Season (2006-2007)
* Barclays Player of the Month (November 2006, Desember 2006)
* PFA Fans’ Player of the Month (Oktober 2006, Februari 2007)
* Pemain Terbaik Manchester United (2006-2007)
* Pemain Terbaik Sir Matt Busby (2006-2007)
* Pemain Terbaik Portugal (2007)

Hati Seorang 'Ayah'

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya,
ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti."

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar – benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. "

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan
mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya
tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara." "Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk
memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap
kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "

"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat."


Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut Praying & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. " AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung,
tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah...
With Love to All Father " JIKA KAMU MENCINTAI Ayah mu / sekarang merasa sebagai AYAH KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGIAYAHNYA & Dan Mencintai Kita Sebagai Seorang Ayah". Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya.... 

Kisah Pemain 'Class of 92' Manchester United

MUFC Tech-Class of 92 adalah sekumpulan pemain muda berbakat emas lulusan Akademi Manchester United. Para pemain muda ini dilatih seintensif mungkin agar menjadi pemain hebat. Hasilnya, pada tahun 1992 mereka meraih gelar juara FA Youth Cup. Usia mereka rata-rata 18 tahun. Class of 92 sering juga disebut dengan Fergie Babes, ini karena mereka adalah pemain yang direkomendasikan oleh Alex Ferguson untuk menjadi pemain inti MU saat itu, walau usia mereka masih sangat muda.


Class of 92

Sejumlah nama yang dipromosikan ke tim utama, antara lain David Beckham, Gary Neville, Phillip Neville, Ryan Giggs, Paul Scholes, Nicky Butt, Keith Gillespie, Robbie Savage, dan Simon Davies. Alhasil, pada musim 1992-1993, MU meraih gelar juara Liga Inggris dengan kontribusi dari sebagian besar pemain muda tersebut. Yang pasti tim muda Manchester United tahun 1992 ini merupakan tim yang terbilang sulit untuk disamai. Beberapa pemain Class of 92 sekarang telah menjadi pemain kaliber internasional. Sebutlah David Beckham, Gary Neville, Phillip Neville, Ryan Giggs, Paul Scholes, dan Nicky Butt. Ini membuktikan bahwa Manchester United bukan hanya klub yang sukses secara komersial saja, tetapi akademi mereka memang mumpuni untuk melahirkan bintang-bintang baru. Berikut adalah kisah beberapa pemain Class of 92....




1. Ryan Giggs
Dididik oleh Manchester City, Giggs direkrut oleh MU tepat di ulang tahunnya yang ke-14. Saat itu, Sir Alex Ferguson sendiri yang mendatangi rumah Giggs dan memintanya berlatih di Carrington. Saat ini, Giggs masih setia membela MU. Sejumlah rekor MU berhasil dipecahkan oleh pria berkebangsaan Wales ini. Posisinya dulu adalah sayap kiri, namun kini Giggs juga fasih bermain di tengah.

2. David Beckham
Barangkali salah satu pemain yang paling populer di MU. Beckham yang kelahiran London adalah asli didikan MU. Sejak memulai debutnya di tim senior pada tahun 1992, Beckham terus meroket. Beckham memiliki spesialisasi sebagai eksekutor bola mati. Salah satu yang paling diingat dari Beckham adalah golnya dari jarak setengah lapangan menghadapi Wimbledon tahun 1996. Akibat konflik dengan Ferguson, Beckham lalu hijrah ke Real Madrid pada tahun 2003. Suami dari Victoria Adams itu lalu pindah ke Amerika bersama LA Galaxy lalu dipinjamkan ke AC Milan.

3. Paul Scholes
Salah satu sosok yang pernah sangat dominan di lapangan tengah MU. Sangat mobile dan memiliki tendangan geledek, pemain berjuluk 'Pangeran Jahe' ini memotori lini tengah selama bertahun-tahun. Sama seperti Giggs, Scholes adalah seorang pemain yang terus setia membela MU hingga saat ini. Meski secara terbuka mengaku sebagai pendukung Oldham Athletic hingga kini, tak ada seorang pun fans MU yang memprotesnya.

4. Gary Neville
Dijuluki 'Benteng Alamo' berkat ketangguhannya mengawal lini belakang MU. Neville fasih bermain sebagai bek kanan dan juga bek tengah. Sejak merebut posisi inti dari tangan Paul Paker pada 1994, Neville terus jadi pilihan utama. Pada tahun 2005, Nevile ditunjuk sebagai kapten The Red Devils menyusul kepindahan Roy Keane. Bersama Giggs dan Scholes, mereka adalah tiga pemain Class of 92 yang masih bertahan hingga kini.

5. Nicky Butt
Seorang gelandang tengah yang tangguh, tipe yang sangat disukai Ferguson yang pernah sangat mengandalkan Paul Ince dan Roy Keane. Butt memulai debut pada musim 1992-93, tapi baru jadi pilihan utama musim 1994-95. Akibat mulai gagal bersaing dengan gelandang-gelandang lain, Butt terbuang ke Newcastle United tahun 2004. Karirnya terus meredup, salah satunya ditandai dengan tergedragasinya Newcastle.

6. Phil Neville
Adik dari Gary Neville. Di Manchester United, Phil biasa dimainkan sebagai bek kiri menggantikan Denis Irwin atau bek kanan mengisi posisi sang abang. Selain itu, Phil juga bisa bermain sebagai gelandang. Tahun 2005, Neville kecil hijrah ke Everton. Januari 2007, menyusul kepergian David Weir ke Glasgow Rangers, manajer Everton menunjuk Phil sebagai kapten baru The Toffees.

Class of 1992: Benih Kejayaan Setan Merah

Melahirkan seorang bintang sepak bola saja adalah perkara sulit. Jika mampu melahirkan bintang dalam satu kelas atau angkatan, itu berarti sangat luar biasa. Sekolah sepak bola Manhcester United (MU) pernah melakukannya. Pada awal 1990-an, akademi MU memiliki murid-murid yang penuh bakat dan berkelas.
Betapa tidak, angkatan tersebut dihuni oleh benih-benih berkualitas yang kelak menjadi bintang-bintang besar di jagad sepak bola. Juga, menjadi kunci sukses Setan Merah (julukan MU). Sebut saja David Beckham, Nicky Butt, Keith Gillespie, Ryan Giggs, Robbie Savage, Paul Scholes dan sebagainya. Mereka sudah menebar pesona, meski masih berwajah imut.

Angkatan itu akhirnya melegenda dengan sebutan Class of ‘92 . Sebab, pada tahun itu mereka menunjukkan kehebatannya di pentas Piala FA Junior. Nicky Butt dkk tampil memukau dan menghajar Crystal Palace 6-3 di final. Untuk ketujuh kalinya (waktu itu, Red) MU menjuarai Piala FA Junior dan itu sebuah rekor tertinggi.
Dibangun sejak 1930-an, sekolah sepak bola Manchester United (MU) memang terkenal bagus. Banyak bintang besar yang lahir dari gemblengan akademi itu. Meski tak mengharamkan pembelian pemain asing, tapi MU sangat menghormati lulusan akademinya. Klub ini bahkan punya filosofi, “Pemain yang kamu ciptakan akan lebih baik daripada pemain yang kamu beli.” Karena itu, akademi ini terus melahirkan bintang-bintang besar sepanjang sejarahnya. Sebelum melahirkan Class of ‘92 , akademi ini sudah mencetak Duncan Edwards, George Best, Bobby Charlton, Mark Hughes.

Bahkan pada era 1950-an, mereka juga memiliki satu angkatan yang berkualitas. Sebagai contoh Bobby Charlton, Duncan Edwards, Harry Gregg, Roger Byrne, Geoffrey Bent, dsb. Sayang, sebagian dari mereka harus tewas dalam kecelakaan pesawat di Muenchen. Padahal, tim yang dijuluki Busby Babes ini diramal bakal merajai Liga Champions 1957-58. MU tak perlu terlalu larut dalam kesedihan. Sebab 30 tahun kemudian, klub ini kembali melahirkan angkatan yang bisa dibanggakan. Class of ‘92 dinilai menyamai kelas Busby Babes. Sekumpulan bakat yang lahir dalam satu era yang kelak mampu melahirkan kebesaran bagi MU.

SENJATA UTAMA FERGIE

Fenomena Class of ’92, juga tak lupu dari perhatian manajer MU, Sir Alex Ferguson. Bahkan pelatih asal Skotlandia ini menilai Nicky Butt dkk adalah aset yang sangat berharga dan bakal menjadi senjata utama timnya. Benar saja, pada musim 1994-95, Ferguson mulai berani memanfaatkan angota Class of ‘92 . Ini memang saat yang tepat. Para pemain junior itu sudah mulai matang, sementara Eric Cantona dihukum 8 bulan karena menendang suporter dan Mark Hughes sering cedera. Pada musim 1995-96, anggota Classs of ’92 makin banyak yang ditarik ke tim senior. Mereka masing-masing David Beckham, Paul Scholes, Nicky Butt, Gary Neville, Phil Neville, dan Ryan Giggs.

Tindakan Fergie – panggilan akrab Ferguson – itu sempat dikritik mantan pemain Liverpool yang juga komentator BBC, Alan Hansen. “Anda tidak akan memenangkan apa-apa di musim 1995-96 kalau mengandalkan anak-anak,” sindir Hansen kepada Fergie. Ferguson tak peduli dengan kritikan itu. Dia merasa lebih tahu dari siapa pun tentang potensi Nicky Butt dkk. Menurutnya, mereka akan menjadi senjata utama MU dalam meraih banyak gelar.

“Sudah sangat jelas, bakat-bakat para pemain anggota Class of ’92 sangat luar biasa. Mereka sudah menunjukkan kemampuannya di kompetisi junior. Teknik dan gaya permainannya sangat spesial,” jawab Fergie waktu itu.

Fergie tak salah. Keyakinannya terhadap para pasukan baru itu ternyata bukan tanpa alasan. Sebab, hampir semua pemain memberi pengaruh besar terhadap permainan MU. Gary Neville menjadi bek kanan yang luar biasa. Tangguh dan berani maju membantu serangan. Sedangkan Nicky Butt langsung nyetel dan menjadi gelandang yang kreatif. Paul Scholes menjadi gelandang serang yang sangat aktif dan produktif.

Di sektor sayap, MU malah sangat istimewa dan dianggap terbaik. Sebab di sisi kanan ada David Beckham yang memiliki umpan mematikan. Dia tak butuh banyak gocek, tapi umpannya sering menjadi assist. Di sisi kiri ada Ryan Giggs yang menambah ketajaman serangan MU. Gocekannya sangat hebat dan penetrasinya sulit dihentikan lawan. Hasilnya, MU meraih double winners pada musim 1995-96: juara Premier League dan Piala FA. Sejak itu, Class of ‘92 menjadi andalan MU. Mereka bahkan menjadi pilar kejayaan klub ini di era 1990-an. Selain double winners di musim 1995-96, mereka juga mampu menambah 5 gelar Premier League, 1 Piala FA, 1 Liga Champions, dan 1 Piala Interkontinental. Prestasi paling bersejarah tentu pada musim 1998-99. David Beckham dkk menorehkan catatan emas. MU menjadi klub pertama yang mampu meraih treble winners dengan menjuarai Premier League, Piala FA, dan Liga Champions.

“Kualitas para anggota Class of ‘92 menjadi salah satu kunci kesuksesan manajemen saya. Jika menjadi manajer seperti saya, Anda harus memiliki tim dengan kualitas seperti itu,” jelas Fergie.

Tak bisa dipungkiri, sukses terbesar MU dalam sejarahnya memang terjadi di masa manajemen Fergie. Tak bisa dielakkan juga, salah satu sukses Fergie berkat pasukan Class of ‘92 . Karena kualitas mereka, MU mampu meraih banyak gelar.
Meski kini tinggal Gary Neville, Paul Scholes, dan Ryan Giggs yang masih berada di MU, tapi Class of ‘92 tetap melegenda. Mereka akan tetap dicatat sebagai salah satu tonggak sejarah besar Setan Merah.

Fakta Class of ‘92
Nama resmi: Manchester United Junior
Pelatih: Eric Harrison
Skuad: Kevin Pilkington (kiper), Gary Neville, Phillipe Neville, Chris Casper, John O’Kane, Keith Gillespie, David Beckham, Rabbie Savage, Ben Thornley, Nicky Butt, Paul Scholes, Simon Davies, Ryan Giggs, Colin McKee,George Swtzer
Prestasi: Piala FA Junior 1992